
#SobatMigran dalam kunjungan Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla ke Riyadh, Arab Saudi, Isu penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi kembali ditegaskan sebagai agenda strategis: pemahaman aturan ketenagakerjaan setempat, kesiapan kompetensi, dan penguasaan bahasa menjadi kunci.
Dalam diskusi konstruktif bersama Duta Besar RI untuk Arab Saudi, HE Abdul Aziz Ahmad, turut membahas mengenai perubahan Kebutuhan bursa kerja di Arab Saudi, meskipun saat ini mayoritas Pekerja Migran masih berada di sektor informal. Namun arah perubahan mulai nyata, penempatan sektor formal terus meningkat hingga 38%, dengan kebutuhan besar seperti 2.500 perawat di wilayah timur Arab Saudi. Peluang ini membuka jalan bagi PMI terampil untuk naik kelas dan bekerja di sektor yang lebih aman, profesional, dan bermartabat.
Penguatan dilakukan sejak dalam negeri melalui pelatihan Prometric dan bahasa Arab, sejalan dengan program prioritas Presiden 2026 untuk menyiapkan 500.000 PMI profesional di bidang kesehatan, las, perawatan, dan hospitality. PMI yang lulus sertifikasi ini memiliki peluang bekerja di seluruh negara Teluk.
Kerja sama dengan jaringan kesehatan besar Arab Saudi juga dijajaki, sembari mendorong agar pelaksanaan Prometric dapat dilakukan di Indonesia. Di saat yang sama, isu-isu krusial seperti status hukum pernikahan PMI, ketiadaan penghulu Indonesia, hingga mahalnya biaya bantuan hukum turut menjadi perhatian serius.
Langkah ke depan jelas: pelindungan menyeluruh, penempatan berkualitas, dan peningkatan kapasitas PMI, dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat. Karena masa depan PMI ditentukan bukan hanya oleh sistem, tetapi oleh kualitas dan kesiapan mereka sejak berangkat.
#KemenP2MI