Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan berbagai langkah percepatan penanganan banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.
Salah satu upaya dilakukan melalui koordinasi dan sinergi lintas instansi dengan menghadiri audiensi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan BMKG di Kantor BMKG Juanda Surabaya, Rabu (11/3/2026).
Audiensi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berasama BMKG dan BPBD Jatim untuk membahas langkah-langkah konkret dan optimal dalam penanganan genangan air, khususnya di kawasan terdampak banjir di Kabupaten Lamongan.
Banjir di Lamongan Selama 4 Bulan
Dalam paparannya, menyampaikan bahwa banjir di Lamongan telah berlangsung kurang lebih selama empat bulan.
Bencana tersebut berdampak pada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan, bahkan di beberapa titik ketinggian air masih mengalami peningkatan.
Kondisi tersebut terjadi karena air di wilayah terdampak belum dapat mengalir keluar secara maksimal.
Hal ini dipengaruhi oleh tingginya muka air laut serta Bengawan Solo yang masih lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan terdampak.
“Akibatnya proses surutnya genangan berjalan cukup lambat,” ujarnya.
Operasi Modifikasi Cuaca
Sebagai upaya percepatan penanganan, Pemkab Lamongan juga memohon dukungan serta arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Lamongan, khususnya di kawasan dengan genangan air yang cukup tinggi.
Pihaknya memohon arahan dan petunjuk agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah yang genangannya cukup tinggi
Sehingga dapat membantu memperbaiki kondisi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman.
Upaya Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menuturkan, berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur, operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) mendatang sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Pelaksanaan modifikasi cuaca tetap akan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG.
Jika kondisi atmosfer memungkinkan, operasi tersebut juga akan dilakukan di wilayah Kabupaten Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan.