Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmen tinggi dalam menekan angka pengangguran terbuka di sektor vokasi dengan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMKN 1 Lamongan. Sebagai salah satu sekolah rujukan kejuruan utama di daerah, unit BKK di sekolah ini memiliki peran krusial sebagai episentrum penyaluran tenaga kerja muda. Melalui instrumen monev ini, tim dari Disnaker Lamongan meninjau secara mendalam aspek legalitas kelembagaan, tertib administrasi, validitas data keterserapan alumni, serta efektivitas jaringan kemitraan yang telah dibangun dengan berbagai pelaku Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) skala regional maupun nasional.
Selama rangkaian pemantauan berlangsung, jajaran pengurus BKK SMKN 1 Lamongan terlibat dalam dialog interaktif dan mendapatkan pembinaan teknis langsung mengenai standarisasi sistem penempatan kerja yang akuntabel. Disnaker Lamongan menekankan pentingnya penguatan basis data tracer study (penelusuran alumni) yang terintegrasi secara berkala guna melacak persentase lulusan yang langsung bekerja, melanjutkan pendidikan tinggi, atau menempuh jalur wirausaha mandiri. Selain itu, sekolah didorong untuk terus memperluas jaringan Memorandum of Understanding (MoU) dengan industri manufaktur, teknologi, dan jasa, serta mengintensifkan program simulasi rekrutmen dan pembekalan soft skills bagi siswa tingkat akhir guna membentuk mentalitas kerja yang unggul, disiplin, dan adaptif.
Sinergi yang kokoh antara Disnaker Lamongan dan SMKN 1 Lamongan ini diharapkan mampu mengakselerasi serapan tenaga kerja muda berbakat secara masif dan tepat sasaran. Dengan tata kelola lembaga BKK yang sehat, aktif, dan responsif terhadap dinamika pasar kerja global, para alumni SMKN 1 Lamongan akan memiliki akses karpet merah menuju peluang kerja yang valid dan linier dengan kompetensi keahlian mereka. Komitmen aksi jemput bola yang terus dijalankan oleh Disnaker Lamongan ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal mutu pendidikan vokasi agar benar-benar melahirkan SDM unggul yang produktif, berdaya saing tinggi, dan siap menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.
