Selama 5 periode terakhir, Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Lamongan menunjukkan tren yang terus membaik. Setelah sempat mengalami peningkatan pada masa pandemi, TPT Lamongan perlahan berhasil ditekan dari tahun ke tahun melalui berbagai program ketenagakerjaan. Apa itu TPT? TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah indikator yang menunjukkan persentase angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.
Perkembangan TPT Kabupaten Lamongan:
* 2021: 4,90%
* 2022: 6,05%
* 2023: 5,46%
* 2024: 4,34%
* 2025: 4,29%
Penjelasan TPT Menurun Selama 4 Periode, jika yang dimaksud adalah TPT menurun selama 4 tahun berturut-turut (atau 4 triwulan), artinya ada tren positif di pasar kerja. Penurunan ini bisa dijelaskan oleh beberapa faktor:
1. Pertumbuhan Ekonomi
- Ketika ekonomi tumbuh, sektor industri, perdagangan, dan jasa menyerap lebih banyak tenaga kerja.
- Misalnya, pembangunan infrastruktur atau investasi baru membuka lapangan kerja.
2. Efektivitas Kebijakan Vokasi & TKDV
- Program revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan kerja (TKDV) membantu lulusan lebih cepat terserap oleh dunia usaha dan industri.
- Link and match antara sekolah vokasi dengan kebutuhan industri menekan pengangguran terdidik.
3. Perluasan UMKM & Ekonomi Digital
- Banyak tenaga kerja terserap ke sektor informal dan UMKM.
- Platform digital membuka peluang kerja baru (freelance, e-commerce, transportasi online).
4. Demografi & Mobilitas Tenaga Kerja
- Angkatan kerja muda lebih fleksibel mencari peluang kerja.
- Migrasi tenaga kerja ke daerah dengan permintaan tinggi juga menurunkan TPT di wilayah asal.
Penurunan TPT selama 4 periode menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar kerja yang biasanya dipengaruhi oleh kombinasi pertumbuhan ekonomi, kebijakan pemerintah (seperti TKDV), serta dinamika sektor informal dan digital.