LAMONGAN, Radar Lamongan – Minat masyarakat mengurus kartu pencari kerja (AK-1) di Kabupaten Lamongan cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lamongan mencatat sebanyak 186 orang membuat kartu pencari kerja.
Rinciannya, 114 laki-laki dan 72 perempuan. Menariknya, latar belakang pendidikan pemohon didominasi lulusan sekolah dasar (SD) dan sarjana (S-1). Kepala Disnaker Lamongan M. Zamroni mengatakan, tingginya lulusan SD tidak lepas dari kebutuhan tenaga kerja di sektor produksi.
“Untuk lulusan SD lebih banyak karena calon pekerjanya terserap di bidang produksi, seperti pengolahan ikan dan linting rokok,” ujarnya.
Sementara itu, lulusan S-1 cenderung mencari pekerjaan di sektor yang membutuhkan kemampuan manajerial. “Kalau S-1 lebih banyak di pekerjaan manajemen,” tambahnya.
Zamroni menuturkan, kepemilikan kartu pencari kerja menjadi salah satu syarat penting dalam melamar pekerjaan. Selain itu, para pencari kerja juga akan mendapatkan akses informasi lowongan kerja yang tersedia.
“Melalui Disnaker, kami juga menyampaikan informasi lowongan kerja yang bisa diakses para pencari kerja. Sebagian mungkin sudah mendapatkan pekerjaan, tinggal melengkapi persyaratan, salah satunya kartu pencari kerja,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau, para pencari kerja melamar pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki. “Harapan kami, para pencari kerja menyesuaikan dengan skill dan ijazah yang dimiliki, sehingga penempatan kerja bisa sesuai,” katanya. (sip/ind)