WAMEN CHRISTINA : REVITALISASI VOKASI ANTAR KEMENTERIAN PERCEPAT PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN TERAMPIL
berita
Jumat, 14 November 2025
99x dilihat
#SobatMigran Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, menegaskan pentingnya integrasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja global.
Dalam Rapat Tingkat Menteri Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, ia mendorong penyelarasan kurikulum, kompetensi teknis, hingga penguasaan bahasa agar lulusan vokasi, khususnya SMK, siap mengisi peluang kerja internasional.
Dengan SMK sebagai sumber utama tenaga terampil, KemenP2MI memastikan seluruh data kebutuhan penempatan diturunkan langsung ke sekolah-sekolah vokasi agar penyiapan kompetensi berjalan tepat sasaran.
Langkah ini selaras dengan program quick win arahan @presidenrepublikindonesia@prabowo : target penempatan minimal 500 ribu pekerja migran pada 2026, di mana 300 ribu berasal dari lulusan SMK melalui program SMK Go Global, dan 200 ribu lainnya dari masyarakat umum serta siswa yang sedang menempuh pendidikan.
“Dengan sinkronisasi kebijakan vokasi dan penempatan pekerja migran, kita optimistis memenuhi target ini secara terukur dan berkualitas,” tegas Wamen Christina, Jumat (14/11).
Revitalisasi vokasi bukan hanya menjawab kebutuhan industri dalam negeri, tapi juga membuka akses lebih besar bagi anak-anak bangsa untuk meraih kesejahteraan melalui peluang kerja global.