MINATBACA.com – Dalam rangka mengamalkan ilmu yang diperoleh, sebanyak 713 mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) melakukan pengabdian masyarakat Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 di Kabupaten Lamongan.
Agenda disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, yang menilai sebagai bagian dari kolaborasi dalam mewujudkan keberhasilan pembanguan berkelanjutan, dengan berkolaborasi bersama sektor pendidikan.
Hadirnya kegiatan tersebut memainkan peran dalam pembangunan daerah yakni, implementasi keilmuan dan hasil riset yang dikembangkan selama belajar di perguruan tinggi. Dengan para mahasiswa diyakini akan mendampingi masyarakat hingga memberikan solusi konkret, serta transfer pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan lokal, sehingga mendorong kemajuan di berbagai sektor.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat bertindak sebagai pembina apel penerimaan pengabdian masyarakat BBK ke-7 dari Unair di Halaman Gedung Pemkab Lamongan mengatakan, pembangunan daerah, dimulai dengan adanya pembangunan terhadap desa. Dengan membangun desa, maka secara otomatis mampu meningkatkan kualitas hidup mayoritas warga negara, yang secara langsung berdampak pada pembangunan daerah secara keseluruhan.
Pembangunan daerah diaktualisasikan melalui 15 program prioritas milik Pemerintah Kabupaten, yang berfokus pada tiga pilar utama. Yakni, menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, pemerataan hasil pembangunan, dan harmonisasi sosial.
“Pemkab Lamongan menyambut baik hadirnya pengabdian masyarakat. Karena dapat berkolaborasi untuk sukseskan pembangunan di Lamongan, melalui pendampingan masyarakat dengan keilmuan dalam menjalankan aktivitas sosial,” tutur Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Selasa (6/1/2026).
Adapun Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Hery Purnobasuki menjelaskan, sebanyak 713 mahasiswa tersebut akan melangsungkan kegiatan mulai hari ini (6/1/2026) hingga 2 Februari 2026 mendatang, dengan berfokus pada program-program kerja berkelanjutan. Selaras dengan misi Unair dalam mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Para mahasiswa akan dibagi ke dalam pemusatan di 82 desa/kelurahan pada empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Kedungpring, Sugio, Babat, dan Pucuk.
Sumber : minatbaca.com