Menghadapi berbagai dinamika sosial seperti penumpukan sampah rumah tangga, pasar, dan sekolah, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memberikan penekanan kepada jajaran perangkat daerah guna menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI dengan meningkatkan TPS3R di tingkat desa, melalui pengembangan bank sampah sebagai instrumen masyarakat, edukasi secara berkelanjutan di sekolah, serta menekankan optimalisasi peran stakeholder, dengan harapan mampu mengurangi penumpukan sampah yang ada di Kabupaten Lamongan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Yuhronur dalam Leaders Brief di Command Center Pemkab Lamongan, yang juga diikuti oleh seluruh OPD di Kabupaten Lamongan secara daring, Rabu (8/4).
Saat ini tercatat sudah ada 5 TPS3R aktif di Kabupaten Lamongan sebagai pusat pengelolaan sampah. Melalui TPS3R, diharapkan seluruh OPD dan stakeholder dapat berpartisipasi dalam mewujudkan replikasi bertahap di setiap kecamatan, sehingga menciptakan strategi implementasi penguatan bank sampah sebagai penggerak ekonomi sirkular, menjalankan pemanfaatan komposter di rumah tangga, serta sekolah sebagai pusat edukasi perubahan perilaku.
Lebih lanjut, bicara terkait transformasi budaya kerja, Bupati Yes menekankan agar tidak mengurangi tingkat produktivitas selama menerapkan sistem Work From Home (WFH). Setiap program serta tugas yang telah dibebankan kepada masing-masing OPD harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Hasil yang diharapkan dari perubahan pola kerja ini bukan penurunan target, melainkan efisiensi atau penurunan penggunaan energi setidaknya 25% dari setiap OPD di Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan yang sama Pak Yes berpesan agar setiap program kerja ataupun kebijakan sesuai dengan asas kemanfaatannya, terlebih jika berdampak langsung kepada masyarakat, seperti persiapan kesiapsiagaan bencana saat musim kemarau panjang dan penguatan sektor pangan. Melalui hal tersebut, diimbau seluruh OPD untuk saling bersinergi dalam membangun daerah, sehingga tercipta pembangunan yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara menyeluruh.
*
“Melalui persiapan dan perencanaan yang matang, saya berharap ke depannya dapat meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan, baik dari ketegangan geopolitik maupun bencana akibat cuaca ekstrem seperti kekeringan dan kebakaran. Mari kita satukan langkah, saling mendukung sesama, serta tidak lupa menjadi komunikator yang bijak, khususnya saat menggunakan media sosial. Sebarkan informasi atau kegiatan yang baik, jangan mudah termakan berita hoaks atau ujaran kebencian, serta berikan edukasi kepada publik secara tepat dan terarah,” ujar Bupati Yes.
*
Ditambahkan oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menindaklanjuti arahan Menteri Sosial, terkait pengentasan kemiskinan, diharapkan kepada setiap desa dan kecamatan untuk segera melakukan pemutakhiran data terpadu yang sesuai dan tepat sasaran, agar target Kabupaten Lamongan dalam menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 11,95% pada 2026 dapat segera tercapai. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk senantiasa membersihkan lingkungan sekitar, khususnya menguras air sisa banjir yang masih menggenang, guna mengurangi potensi terjadinya Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anggota keluarga. (anf)